-->

Pencarian Terkini : Soal Siap UN SMP 2017, Soal Siap UN SMA/K 2017, Jadwal PLPG 2016

J u d u l :

SERTIFIKASI GURU 2011: APA YANG HARUS DIPERSIAPAKAN GURU DAN DINAS PENDIDIKAN?

Oleh Dr.H.Bujang Rahman, M.Si

Dekan FKIP Unila selaku wakil

Guru yang belum mengikuti sertifikasi atau belum lulus, boleh merasa sedikit lega melalui beberapa perubahan mekanisme sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2011. Pasalnya, penetapan urutan peserta bakal dilakukan secara transparan dan on-line. Hal ini sebagai respon pemerintah terhadap banyaknya keluhan dari guru berkaitan dengan penetapan urutan peserta. Keluhan itu muncul, karena ada guru yang merasa dirugikan, merasa seharusnya sudah mendapat panggilan (giliran), ternyata belum dipanggil.

Persiapan di Tingkat Guru

Berdasarkan Buku I Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2011, disebutkan bahwa penetapan peserta secara transparan melalui NUPTK on-line yang sudah menampilkan data guru yang memenuhi persyaratan dan mengikuti urutan prioritas yang telah ditentukan. Mulai tahun 2011 Kementerian Pendidikan Nasional memfasilitasi Dinas Pendidikan dan guru melalui Sistem NUPTK on-line untuk memberikan kemudahan informasi mengenai identitas guru dalam rangka membenahi data base guru seluruh Indonesia termasuk pelaksanaan sertifikasi guru. Adapun prinsip yang digunakan adalah transparan, berkeadilan sesuai urutan propritas, sehingga kelemahan selama ini dapat teratasi dan sekaligus dapat menghilangkan kesimpangsiuran dalam penetapan urutan peserta sertifikasi. Implementasinya, ada sejumlah data yang harus diverifikasi sendiri oleh guru, yaitu (1) masa kerja, (2) usia, (3) Pangkat dan golongan, (4) beban kerja, (5) tugas tambahan, dan (6) prestasi kerja. Data inilah yang menjadi dasar perangkingan secara otomatis untuk menjadi calon peserta sertifikasi guru. Pertanyaannya, di manakah guru dapat melakukan verifikasi data tersebut?

Melalui sistem NUPTK on-line, tempat memperbaiki dan memverifikasi data guru tersebut adalah di operator masing-masing dinas kabupaten/kota. Guru dapat mengakses data tersebut atau jika dinas kabupaten/kota tidak mempublikasikannya, maka guru harus menanyakan data itu pada petugas operator yang ada di dinas kabupaten/kota. Jika data guru yang ada pada dinas kabupaten/kota itu sudah lengkap dan dipublikasikan, maka berdasarkan kuota sertifikasi guru masing-masing kabupaten/kota, guru dapat secara otomatis melihat apakah ia sudah termasuk pada peserta kuota 2011 atau tahun berikutnya, dan seterusnya. Tegasnya, yang harus dilakukan oleh guru saat ini adalah mengecek, memperbaiki dan memverifikasi data guru melalui operator yang ada di dinas kabupaten/kota masing-masing.

Di sinilah juga sekaligus mempertegas apa yang saat ini harus dipersiapkan (dikerjakan) oleh dinas kabupaten/kota. Jadi, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa salah satu kunci kelancaran sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2011 adalah kesiapan dinas dalam menyediakan operator NUPTK on-line. Kesalahan data pada operator akan mengakibatkan kekacauan dalam perankingan prioritas peserta. Oleh karena itu, seharusnya data guru itu dipublikasikan secara transparan. Publikasi itu dapat dilakukan melalui website yang ada di kabupaten/kota atau dapat bekerjasama dengan FKIP Unila selaku Rayon 7.

Persiapan di Tingkat Kabupaten/Kota

Didorong oleh rasa tanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2011, saya ingin memberikan saran kepada dinas kabupatan/kota bahwa ada dua hal penting yang mendesak untuk dilakukan saat ini, yaitu:

Pertama, melakukan sosialisasi secara terbuka kepada sekolah khususnya guru. Beberapa hal yang harus disosialisasikan oleh dinas kepada sekolah khususnya guru antara lain meliputi rincian quota masing-masing kabupaten/kota berdasarkan jenjang satuan pendidikan seperti SD, SMP, SMA, SMK. Mekanisme pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan terutama berkaitan dengan penilaian portofolio dan PLPG. Perbedaan mendasar mekanisme sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2011 dengan tahun sebelumnya adalah pada tahun 2011 entry point sertifikasi bukan lagi pada portofolio, akan tetapi quota portofolio dan PLPG sudah ditetapkan sebelumnya. Untuk tingkat provinsi Lampung quota keseluruhan adalah sebanyak 9451 orang, terdiri dari 93 orang untuk jalur portofolio dan 9358 orang untuk jalur PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) dan PSPL (Pemberian Sertifikat Pendidik Secara Langsung). Termasuk yang harus disosialisakan, prosedur untuk memilih jalur portofolio dan PSPL serta PLPG. Khusus bagi guru yang ingin memilih jalur portofolio harus melalui tes terlebih dahulu. Sedangkan yang memilih jalur PLPG, tidak perlu repot-repot mempersiapkan portofolio, tapi cukup dokumen yang diperlukan saja seperti copy Ijazah S1 yang dilegalisir, Surat Keputusan sebagai guru tetap, Surat Pengangkatan pertama sebagai guru dan sebagainya. Kemudian yang tidak kalah pentingnya untuk disosialisasikan, Sistem NUPTK on-line terutama yang berkaitan dengan prosedur perbaikan dan verifikasi data oleh guru yang akan menjadi dasar pengurutan (perankingan) peserta sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2011. (lihat uraian persiapan di tingkat guru)

Kedua, menyediakan provider yaitu unit operator untuk melayani perbaikan dan verifikasi data oleh guru. Perlu diketahui bahwa dengan sistem NUPTK on-line, sesungguhnya tidak dikenal lagi pendaftaran peserta seretifikasi guru, yang ada adalah perbaikan dan verifikasi data oleh guru, karena jika data guru sudah lengkap ia pasti telah terdaftar sebagai calon peserta sertifikasi guru dalam jabatan. Hanya saja tinggal melihat apakah ia termasuk ke dalam kuota tahun 2011 atau tahun-tahun yang akan datang, berdasarkan urutan (perankingan) sesuai quota yang tersedia. Akan lebih baik, dinas pendidikan kabupaten/kota memilah data guru yang belum lengkap dan menginformasikannya kepada yang bersangkutan. Sekurangnya, dinas kabupaten/kota membuka akses bagi guru untuk mengetahui apakah data yang sudah terekam sudah benar atau belum. Jika belum benar, maka guru harus segera memperbaiki data tersebut, karena akan menjadi dasar pengurutan peserta tahun 2011.

Saya sangat meyakini, jika persiapan baik di tingkat dinas pendidikan kabupaten/kota maupun di tingkat guru dilaksanakan secara baik, maka sertifikasi guru tahun 2011 akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Khusus tentang perankingan peserta tahun 2011, menurut hemat saya kata kuncinya adalah transparansi data. Sebenarnya saya tidak rela dinas pendidikan kabupaten/kota yang sudah bekerja keras mempersiapkan peserta sertifikasi guru, sering dituding pilih kasih dalam menetapkan urutan peserta. Jawaban konkrit terhadap tudingan itu adalah transparansi data peserta sertifikasi guru secara keseluruhan, sehingga guru mengetahu secara jelas ia termasuk urutan keberapa. Semoga….

(Baca tulisan berikutnya tentang tes on-line portofolio dan kurikulum PLPG)
Sumber : http://fkip.unila.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=47:ser&catid=34:most-popular >

Soal Online

Materi Bilangan

Materi Himpunan

Sukses UN 2016

POS UN SMP-SMA 2015/2016

Kisi-kisi UN SMP-SMA 2015/2016

Contoh Soal dan Kunci Jawab Siap UN SMA 2016

Contoh Soal dan Kunci Jawab Siap UN SMP 2016

POS dan Kisi-kisi US SD/MI 2015/2016



Posting Relevan